Hari kedua Total BWF World Cup 2019, yang diadakan pada Selasa (20-20 / 2019) di St.Jacobshalle Basel, Swiss, memimpin beberapa perwakilan dari Indonesia ke putaran ketiga. Indonesia, yang baru-baru ini mengirim sembilan wakilnya, berhasil melewati enam dari mereka di turnamen paling bergengsi. Di sektor tunggal putra, unggulan keempat dunia Jonatan Christie, yang ditabur di keempat, maju ke putaran ketiga setelah mengalahkan tunggal putra Korea Selatan Heo Kwang Hee secara berurutan dengan skor 21-14 21-17. Petenis nomor delapan dunia Anthony Sinisuka Ginting, yang berada di urutan keenam, juga lolos ke babak ketiga setelah mengalahkan tunggal putra Inggris Toby Penty secara berurutan dengan skor 21-11 21-19. Sementara itu, petenis nomor 16 dunia Tommy Sugiarto, yang berada di posisi 15, tidak dapat mengikuti jejak kedua juniornya setelah kehilangan kekalahan tunggal putra tunggal Denmark Jan O Jorgensen secara berurutan dengan skor 11-21 21-21.

Kemudian di sektor ganda putra, pasangan Berry Angriawan / Hardianto berhasil menyalip tiga kualifikasi sektor ganda pria yang lolos ke babak kedua setelah babak pertama memenangkan kit karet atas pasangan Inggris Ben Lane / Sean Vendy dengan skor 20-22 21-13 21-15. Selain itu, hanya beberapa di sektor duplikat campuran lolos dari tiga pasangan yang muncul pada hari kedua. Pasangan nomor sembilan dunia Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaja, ditempatkan di posisi kesepuluh, lolos ke babak ketiga setelah mengalahkan pasangan Ukraina Valeriy Atraschencov / Yelyzaveta Zharka secara straight set dengan skor 21-9 21-15. Sementara itu, pasangan Rinov Rivaldy / Pitha Haningtyas gagal lolos ke babak ketiga menyusul kekalahan yang diderita oleh pasangan Jepang Yuta Watanabe / Arisa Higashino, unggulan ketiga dalam kompetisi yang berakhir dengan set karet dengan skor 13-21 21 -19 16-21.

Demikian pula dengan pasangan, Ronald / Annisa Saufika gagal lolos ke babak berikutnya setelah kekalahan yang diderita oleh pasangan Belanda Robin Tabeling / Selena Piek dalam set lurus dengan skor 14-21 13-21. Di sektor tunggal putri, dua tunggal putri terbaik di Indonesia berada di peringkat ke-16 di dunia, urutan ke-14 di peringkatnya oleh Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani, yang lolos ke babak berikutnya. Gregoria melanjutkan ke putaran ketiga yang sebelumnya sudah mengalahkan tunggal putri Thailand Busanan Ongbamrungphan pada set langsung dengan skor 21-14 21-10. Fitriani lolos ke babak kedua setelah mengalahkan tunggal putri Jerman Yvonne Li dengan straight set dengan skor geser indah 21-14 21-12.

Semoga para pemain Indonesia yang masih bertahan di lima sektor yang melanjutkan babak final untuk memenangkan gelar dapat melanjutkan perjuangan. Kota Basel di Swiss masih cukup ramah bagi pemain bulutangkis Indonesia. Hingga hari kedua Piala Dunia bulutangkis alias Piala Dunia BWF pada tahun 2019, para pemain negara paling penting di Indonesia belum menemui kendala serius. Kemarin, empat pemain tunggal pria / wanita Pelatna, Gregoria Mariska, Fitriani, Jonathan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, berhasil memasuki babak ketiga setelah memenangkan kemenangan yang meyakinkan di babak kedua pada Selasa (8/20).

Fitriani, yang pertama kali muncul, memenangkan pertandingan langsung atas pemain Jerman Yvonne Li, 21-14, 21-12 hanya dalam 34 menit. Sementara Gregoria Mariska, yang berada di urutan ke-14, juga memenangkan dua pertandingan langsung dari salah satu pemain top Thailand, Busanan Ongbamrungphan 21-14, 21-10 hanya dalam 30 menit. Di tunggal putra, Jonathan Christie yang berada di posisi empat mengakhiri perlawanan sengit pemain Korea Heo Kwang-hee dengan skor 21-14, 21-17 dalam 4 menit. disisi lain Ginting, yang bermain di ‘jam terakhir’, hanya butuh sekitar 38 menit untuk dapat mengalahkan pemain Inggris bernama Toby Penty, 21-11, 21-19. Total ada enam pemain Indonesia yang menang kemarin. Dua pemain lain, ganda putra, Berry Angriawan / Hardianto dan ganda campuran, Hafiz Faizal / Gloria Widjaja.

Berry / Hardianto, yang baru saja turun untuk bermain, harus berjuang untuk mengalahkan ganda Inggris, Ben Lane / Sean Vendy. Satu-satunya ganda putra yang tidak mencapai puncak daftar Piala Dunia 2019 dipaksa memainkan 56 menit pertandingan karet. Kalah tipis dalam pengaturan poin yang sesuai dengan 20-22 di rentang pertama, ‘mengamuk’ Berry / Hardy di dua pertandingan berikutnya. Mereka menang 21-13, 21-15.